Showing posts with label Polri. Show all posts
Showing posts with label Polri. Show all posts

Friday, March 6, 2015

Polda Lampung Ngotot Rilis Sesuai Fakta yang Terjadi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDA LAMPUNG - Polda Lampung berkeras menyatakan bahwa informasi yang disampaikan melalui rilis yang disebarkan oleh Bidang Humas Polda Lampung sudah sesuai dengan fakta yang terjadi. "Ya, sudah seperti itulah kejadiannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih ketika dikonfirmasi, Jumat (6/3/2015).

Rilis Berita dari Polda Lampung Cenderung Menyesatkan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kasus penggeledahan kediaman wartawan Tribun Lampung, Ridwan Hardiansyah, pada Rabu (4/3/2015) siang, kembali memunculkan kontroversi. Pemicunya, rilis informasi dari Polda Lampung yang cenderung menyesatkan karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Telepon Pemred Tempo, Badrodin Janji Stop Kriminalisasi Pers

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian RI Badrodin Haiti berjanji akan menghentikan kasus pelaporan majalah Tempo oleh Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia. Menurut dia, pelaporan tersebut tidak mengandung unsur pidana, seperti yang telah disampaikan Dewan Pers pada Selasa, 3 Maret 2015.

Thursday, March 5, 2015

Polda Lampung Minta Maaf Atas Tindakan Tak Pantas Saat Gerebek Rumah Wartawan

Bandar Lampung - Polda Lampung menyampaikan permohonan maaf terkait tindakan polisi saat penggerebekan di rumah jurnalis Tribun Lampung, Ridwan Hardiansyah. Lima polisi yang melakukan penggerebekan itu akan diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).

AJI Kutuk Perlakuan Polisi terhadap Wartawan "Tribun Lampung"

JAKARTA, KOMPAS.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengutuk keras perlakuan lima anggota polisi terhadap Rd, seorang wartawan Tribun Lampung. Rd diketahui menerima perlakuan tidak etis oleh lima anggota Polda Lampung, saat berada di kediamannya di Tanjungkarang, Bandar Lampung.

AJI Desak Wakapolri Tindak Anak Buahnya Peneror Wartawan Tribun Lampung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) meminta Wakil Kepala Polri Komjen Badrodin Haiti mengusut tuntas dan bersikap tegas terhadap anak buahnya yang meneror wartawan Tribun Lampung berinisial Rd.

Kemarin, sejumlah polisi berpakaian preman yang bertugas di wilayah hukum Polda Lampung secara tiba-tiba menyekap wartawan Tribun Lampung. Mereka memborgol, dan mengancam akan menembaknya.

Rumah digerebek polisi, wartawan Tribun diborgol & diancam ditembak

Merdeka.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung mengecam keras tindakan anggota kepolisian terhadap Ridwan Hardiansyah, jurnalis Tribun Lampung, dan mendesak pimpinan kepolisian meminta maaf atas kejadian tersebut. Ketua AJI Bandar lampung Yoso Muliawan, menyampaikan pernyataannya menyikapi perlakuan buruk dialami Ridwan yang juga Sekretaris AJI Bandar Lampung tersebut.

Wednesday, March 4, 2015

Kriminalisasi pers akan rusak citra Kepolisian Indonesia

Jakarta (ANTARA News) - Direktur Eksekutif Matriks Indonesia, Agus Sudibyo, mengatakan, kriminalisasi terhadap pers akan merusak citra Kepolisian Indonesia di mata publik.

"Kriminalisasi pers akan semakin merusak citra Polri, karena langkah itu justru akan dilawan dengan keras oleh komunitas pers dan masyarakat sipil," ujar dia, di Jakarta, Rabu.

Wartawan Tribun Lampung Disekap, Diborgol dan Diancam Tembak

TRIBUNNEWS.COM, BANDA LAMPUNG - Aksi tidak etis ditunjukkan oleh aparat kepolisian di Lampung. Seorang wartawan Tribun Lampung, Rd, digerebek di kediamannya di Tanjungkarang, Bandar Lampung, Rabu (4/3/2014) siang.

Tuesday, March 3, 2015

Marak Kriminalisasi terhadap Media, Masyarakat Diminta Hormati UU Pers nasional

JAKARTA (kabarkota.com) - Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) mengimbau, agar masyarakat menghormati keberadaan Undang-Undang Pers dalam penyelesaian segala sengketa pemberitaan.

AJI Jakarta Desak Polri Serahkan Kasus Tempo ke Dewan Pers

JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mendesak dan mengingatkan lagi Kepolisian untuk tidak memidanakan jurnalis dan media akibat sengketa pemberitaan, termasuk terhadap jurnalis dan Majalah Tempo yang memberitakan harta kekayaan Komisaris Jenderal Budi Gunawan dan aliran dananya ke sejumlah pihak.